IRAN mengklaim telah sepenuhnya menguasai teknologi konstruksi silo bawah tanah yang berfungsi meluncurkan rudal jarak jauh, demikian dikatakan jurubicara kantor pusat proyek “Great Prophet-6”, Asghar Galichhani, Selasa (28/6).

Galichhani menyatakan kompleks militer bawah tanah itu, yang dibuka untuk umum pertama kalinya, Senin (27/6), dilengkapi dengan segala sesuatu yang diperlukan untuk menyiapkan dan meluncurkan rudal jarak jauh.

Pembangunan instalasi militer bawah tanah itu mulai dikerjakan 15 tahun lalu, dan ditujukan untuk mengembangkan kompleks militer-industri nasional.

Iran sendiri telah memiliki rudal balistik jarak jauh yang dinamakan Shahab, yang pertama kali digunakan pada 1988. Shahab dengan enam variannya mampu menempuh jarak antara 3.000 hingga 5.500 kilometer.