Kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) Mesir mengumumkan Wakil Ketua IM, Khairat Al-Shatir, sebagai calon presiden yang akan maju pada pemilu Mesir bulai Mei mendatang, Sabtu (31/3).  Padahal, IM pernah menyatakan tidak akan mengajukan calon presiden dari kelompoknya.

Pengumuman ini berlangsung hanya beberapa hari sebelum pendaftaran calon presiden ditutup.Tentunya, hal ini mengakhiri spekulasi tentang siapa calon dari IM yang akan bertarung dalam pemilu Mesir mendatang.

IM memutuskan untuk mengajukan calon presiden pemilu Mei mendatang karena kekhawatiran munculnya revolusi Mesir untuk kedua kalinya serta menjaga agar terjaganya proses transisi dari dewan militer Mesir ke pemerintahan sipil. “Revolusi dan proses demokrasi benar-benar terancam,” kata Sekretaris Jenderal IM, Mahmoud Hussein.

Pengumuman ini dikeluarkan saat konferensi pers yang dibacakan oleh penasihat utama IM, Mohammed Badie. Meski demikian, Shatir tidak hadir dalam konferensi pers tersebut. “Setelah diputuskan nama saya yang akan maju dalam pemilihan, saya hanya bisa menerima keputusan dari IM,” kata Shatir dalam sebuah pernyataan. Shatir juga mengatakan akan mengundurkan diri dari jabatan sebagai Wakil Ketua IM.

Sementara sayap politik IM, Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) Mesir, juga mengumumkan terpilihnya Shatir dalam laman Facebook-nya. Dilansir dari stasiun televisi Al-Arabiya, Shatir mendominasi suara di dalam partai sebesar 56 persen atau sebanyak 56 dari 108 suara.

Ikhwanul Muslimin sebelumnya berhasil meraih mendominasi dalam pemilu legislatif lalu dan kini tengah merancang konstitusi baru. Perdebatan terjadi saat konstitusi menyinggung soal pembentukan kabinet. Dewan Militer yang saat ini berkuasa bertentangan dengan IM soal proses pengangkatan menteri dalam kabinet nanti.